PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

Diposting pada: 2019-08-23, oleh : Muhammad Idlan Lidinillah, Kategori: Artikel Edukasi

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

 

 

PENINGKATAN MINAT BACA

PESERTA DIDIK KELAS VIII MELALUI

PROGRAM GERAKAN SISWA MEMBACA

DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 BOGOR.

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

Hj. Eti Mnyati, S.Ag., M.M.

NIP. 196307241988032001

 

 

 

 

 

 

 

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI PARUNG

KABUPATEN BOGOR

2017

 

 

 


 

KATA PENGANTAR

 

 

Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Alhmadulillahirabbil ‘alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwata`ala atas limpahan rahmat dan karuniaNya kepada kita sekalian. Bahwa atas perkenan Allah jualah penelitian tindakan sekolah ini telah selesai. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam memberikan bimbingan dan amanah kepemimpinan bagi umat, beserta keluarganya, para sahabatnya, termasuk kita sekalian sampai akhir zaman.

Penelitian tindakan sekolah  ini berjudul “Peningkatan Minar Baca Peserta Didik Kelas VIII Melalui Program Gerakan Siswa Membaca (GESA) di Madrasah Tsnawiyah Negeri Parung” dan penyusunan penelitian ini dalam rangka pemenuhan salah satu persyaratan untuk kenaikan pangkat/golongan guru Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung Kabupaten Bogor. 

Tersusunnya penelitian ini tidak terlepas dari adanya berbagai sumbangsih pemikiran dan bantuan dari berbagai pihak baik yang bersifat moril maupun materil, baik yang berbentuk data maupun informasi, sehingga proses pelaksanaan penelitian ini berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis dibalas dengan pahala yang berlipat-lipat oleh Allah SWT., serta menjadi kebaikan yang tidak pernah terputus baik dunianya maupun akhiratnya.

Dalam penelitian ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan baik dari substansi, format, maupun isi. Oleh karena itu saran dan keritik yang membangun sangat penulis harapkan agar dalam penulisan selanjutnya dapat lebih sempurna. Akhirnya penulis mengharapkan semoga penelitian ini bermafaat khusunya bagi penulis dan umumnya bagi yang memerlukan bahan-bahan materi pembelajaran sesuai dengan judul penelitian ini. 

 

Bogor,  Februari 2017  

Penulis,

 


DAFTAR ISI

 

 

LEMBAR PENGESAHAN………………………………….........................   ii

KATA PENGANTAR ………………………………………………............   iii

DAFTAR ISI ………………………………………………………………....   iv

 

BAB I   PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah ………………………………………...   1

1.2. Rumusan Masalah ………………………………………….........   3

1.3. Tujuan Perbaikan ……………………………………………......   4

1.4. Manfaat Penelitian…………………………………………….....   4

 

BAB II  KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Membaca ………………………….............................   6

2.2. Indikator Kemampuan Membaca .................................................    8

2.3. Teknik Membaca Efektif ….. ……………………………….......   9

2.4. Gerakan Budaya Membaca ...........................................................   11

 

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian ...........................................................................

3.2. Waktu dan Lamanya Penelitian ………………………………....   12

3.3. Subjek Penelitian ..........................................................................

3.4. Variabel Penelitian ........................................................................

3.5. Teknik Pengumpulan Data ............................................................

3.6. Teknik Pembahasan ......................................................................

3.7. Rancangan Tindakan …………………………………………....   12

 

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Pentingnya Proram Gerakan Siswa Membaca……………..   14

4.2. Hasil Yang Diperoleh Pada Siklus 1 …………….........................   17

4.3. Hasil Yang Diperoleh Pada Siklus 2 …………………….............   18

 

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan ………………………………………………….......   22

5.2. Saran ………………………………………………………….....   22

 

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................   24

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1.      Latar Belakang Masalah

Dalam berkehidupan tidak terlepas dari kegiatan komunikasi. Komunikasi sebagai suatu hal yang sangat penting dalam berinteraksi dengan orang lain. Proses komunikasi adalah interaksi yang terjadi dengan tujuan untuk menyampaikan pesan atau mentransfer suatu pesan maupun materi keilmuan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

Dalam proses penyampaian/transfer pesan terjadinya hubungan interaksi antara sesama individu, oleh karena itu dalam berinteraksi harus didasari dengan kesungguhan saling memberikan perhatian. Hal sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh, ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh merasa mengeluh  dengan terus jaga tidak bisa tidur dan merasa panas”. (HR Muslim).

Begitu juga bahwa antar pendidik dan peserta didik merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, karena antara kedunya saling membutuhkan. Oleh sebab itu harus terjalinnya hubungan berkomunikasi yang baik. Sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Maidah ayat 2: وَ تَعَاوَنُوْا عَلىَ الْبِرِّ وَ التَّقْوى

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.

Dalam hubungan antara pendidik dan peserta didik dalam prosesnya merupakan kegiatan dalam mengerjakan kebajikan atau kebaikan, di mana dalam berinteraksi bertujuan untuk berlangsungnya kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupuan tidak secara langsung. Pembelajaran sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk membelajarkan siswa dengan harapan bahwa siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar, karena keberhasilan belajar bukan hanya terpaku pada guru sebagai penentu kegiatan belajar, akan tetapi semua unsur yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran harus saling mendukung. 

 


Keberhasilan pembelajaran akan tergantung pada diri siswa itu sendiri, akan tetapi harus dipengaruhi oleh unsur-unsur pendukung lainnya agar hasil yang dicapai mengalami keberhasilan yang maksimal. Karena kita ketahui bahwa fenomena dalam kaitannya dengan pembelajara bahwa masih rendahnya minat membaca bagi setiap orang, yang salah satunya adalah para siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung, bahwa tangkat membaca peserta didiknya masih rendah.

Berdasarkan latar berlakang permasalahan rendahnya minat membaca para peserta didik, maka dapat teridentifikasi masalah-masalah dimaksud, yang akhirnya penulis berupaya dalam meningkatkan minat membaca khususnya dalam kaintanya dengan pembelajaran. Berdasarkan dianalisis masalah yang timbul disebabkan antara lain:

  1. Rendahnya minat siswa atau peserta didik dalam membaca.
  2. Rendahnya minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan.
  3. Belum tumbuhnya budaya membaca.
  4. Belum memahami cara membaca yang efektif.

 

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari latar belakang dalam penulisan ilmiah ini yang teridentifikasi masalahnya sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan membaca dan dasarnya?
  2. Bagaimana cara menumbuhkan budaya membaca bagi peserta didik?
  3. Bagaimana cara membaca yang efektif?

  

1.3.      Rumusan Masalah

Dalam kaitan dengan pokok permasalahan dalam penelitian tindakan sekolah rumusan masalahnya adalah “Bagaimana meningkatkan minat baca peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung Kabupaten Bogor” 

 


1.4. Tujuan  

Rumusan masalah yang telah ditetapkan merupakan acuan untuk mencapai tujuan. Tujuan merupakan capaian yang menjadi target dengan upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang telah ditemukan dalam proses pembelajaran.

Melalui penelitian dan tindakan sekolah serta pemberian pemahaman tentang pentingnya membaca, diharapkan peserta didik dapat meningkatkan pemahaman dalam meningkatkan minat baca, yaitu:

  1. Mencari cara untuk meningkatkan minat baca peserta didik.
  2. Berupaya untuk menumbuhkan budaya membaca.
  3. Menemukan teknik membaca yang efektif.n.

 

1.4.      Manfaat dan Kegunaan

Dalam penelitian tindakan sekolah ini, dengan harapakan menghasilkan manfaat bagi semua pihak dan bagi siswa khusunya dalam kaitannya dengan pembelajaran. 

  1. Manfaat bagi guru
    1. Menemukan masalah yang ditimbulkan sendiri dalam proses pembelajaran sehingga penelitian ini akan membantu guru untuk mengembangkan kemampuan dalam menumbuhkan budaya membaca.
    2. Meningkatkan sikap professional guru dalam proses membaca yang efektif.
    3. Guru akan lebih percaya diri dan berperan aktif mengembangkan pengetahuannya dan lebih terampil menemukan gagasan yang menunjang dalam menumbuhkan kegiatan budaya membaca.
  2. Manfaat bagi siswa
    1. Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pemahaman suatu buku yang dibaca, khususnya dalam kataitannya dengan mata pelajaran.
    2. Siswa lebih aktif dan tumbuhnya budaya membaca dalam setiap kegiatan membaca
    3. Siswa bersikap lebih kritis dan lebih efektif dalam melakukan kegiatan membaca. 
  3. Manfaat bagi sekolah  
    1. Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
    2. Tumbuhnya budaya membaca di lingkungan sekolah atau madrasah
    3. Pembelajaran di sekolah/madrasah lebih bersifat kreatif dan inovatif, sehingga pengembangan dan pemantapan budaya yang lebih efektif dan efisien.

 


 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

 

2.1. Pengertian Membaca

Membaca sebagai suatu kegiatan dalam rangkas untuk mengetahui informasi atau pesan yang terdapat dalam tulisan. Membaca dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan untuk menganalisis dan mengiterprestasikan informasi atau pesan yang tertulis.

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis. (Tarigan, 1984:7).

Selanjutnya menurut Abdurrahman dalam bukunya “Membina Minat Baca di Jawa Timur”, mengemukakan bahwa “membaca adalah suatu ajaran yang lahirnya komunikasi antara seseorang dan bahan bacaan sebagai bentuk upaya pemenuhan kebutuhan dan tujuan tertentu”.

Membaca sebagai suatu proses pembelajaran dijelaskan dalam Al Quran Surat Al ‘Alaq ayat 1-5 sebagai berikut:

 

Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).

Membaca sebagai suatu proses pembelajaran yang berlangsung interaksi antara peserta didik dengan pendidik yang tentunya bahwa peserta didik tidak mungkin langsung terampil dapat membaca tanpa harus melalui

 


proses pembelajaran terlebih dahulu. Untuk itu bahwa pembelajaran bagi peserta didik sangat penting agar peserta didik dapat terampil untuk membaca.

Keterampilan membaca bagi peserta didik sangat penting, karena dalam membaca yang efektif dibutuhkan pemahaman cara membaca yang baik dan benar. Cara membaca yang baik dan benar dalam kaitannya dengan pemahaman Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu kepada “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. 

Berdasarkan uraian tersebut, bahwa kegiatan membaca itu merupakan suatu kegiatan yang sarat manfaat dan sangat penting untuk diterapkan dalam kebiasaan dalam berkehidupan. Tentunya kita ketahui bahwa banyak orang sukses dan cerdas berawal dari membaca buku-buku dan belajar secara berkesinambungan. 

Berdasarkan pendapat tersebut jelaslah bahwa membaca sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu atau orang yang melakukan kegiatan membaca dengan tujuan untuk memperoleh pesan atau informasi yang disampaikan dalam media tulisan. Oleh sebab itu pembaca harus memiliki kemampuan dalam melakukan suatu kegiatan membaca.

Kemampaun merupakan suatu kesanggupan dalam melakukan sesuai hal yang berkaitan dengan potensi yang ada pada diri individu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa “secara etimologi kemampuan diartikan sebagai kesanggupan, kecakapan dan kekuatan.” Selanjutnya secara istilah “kemampuan adalah adalah sesuatu yang benar-benar dapat dilakukan oleh seseorang, artinya pasa tatanan realistis hal itu dapat dilakukan karena latihan-latihan dan usaha-usaha juga belajar”, (Najib Kholid AL-Amir, 2002: 166).

Dengan demikian bahwa belajar sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang dalam melakukan aktivitas belajar tertentu, akan berkaitan dengan kemampuan yang dimilikinya, sebagaimana yang kemukakan oleh  Robbins, seperti yang dikutip  Yuliani Indrawati, Kemampuan adalah suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran bahwa kemampuan sebagai suatu potensi dasar yang dimiliki oleh siswa yang dapat berkembang sesuai

 


dengan usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan atau potensi yang dimiliki oleh peserta didik dengan melalui proses kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran membaca merupakan suatu upaya dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam tahapan penguasan cara membaca yang efektif. Dengan memalui proses belajar, sehingga kemampuan membaca siswa dapat meningkat dan berkembangan. Membaca adalah sebagai suatu upaya belajar dengan cara melihat tulisan dengan memahami tulisan dimaksud yang berkaitan dengan makna yang tersirat dalam tulisan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “baca, membaca” diartikan:

(1).   Melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati);

(2).   Mengeja atau melafalkan apa yang tertulis;

(3).   Mengucapkan;

(4).   Mengetahui, meramalkan;

(5).   Memperhitungkan.

 

Proses membaca berawal dari melihat suatu tulisan yang selanjutnya diutarakan secara lisan dengan syarat memiliki kemampuan dan kecakapan dalam memahami tulisan. Pemahaman suatu tulisan dibutuhkan kecakapan bagi pembaca, untuk dibutuhkan keterampilan dalam membaca yang efektif.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca adalah sebagai suatu kompetensi atau kecakapan untuk melihat tulisan dengan melisankan atau di dalam hati dalam memahami tulisan. Dengan membaca diharapkan terpenuhinya kebutuhan untuk mencapai tujuan memperoleh kesan dari tulisan yang dibaca, dengan proses berpikir yang disertai dengan efektivitas yang komplek dengan maksud memperoleh informasi dari sumber tertulis.

Kemampuan pemahaman seseorang yang pandai membaca tentunya harus dengan melalui proses belajar. Dengan menguasai teknik membaca yang efektif, sehingga proses membaca menjadi benar dan tepat. Oleh sebab itu bahwa kemampuan atau keterampilan membaca yang efektif sangat

 


penting bagi peserta didik. Kemampuan atau keterampilan membaca sebagai suatu pondasi dasar yang harus dipahami atau dikuasai oleh peserta didik, karena tanpa memiliki keterampilan dasar dalam membaca akan sulit untuk memahami isi bacaan. Namun sebaliknya dengan menguasai atau memiliki keterampilan membaca, maka peserta didik akan mudah untuk memahami dan menguasai isi bacaan dari suatu sumber atau buku yang dibaca.

Dengan demikian bahwa membaca sebagai suatu kegiatan yang perlu ditunjang dengan kemampuan atau kecakapan dalam membaca, kecakapan membaca yang efektif akan mempengaruhi kualitas membaca dan pemahaman terhadap hasil atau prestasi membaca.

 

2.2. Indikator Kemampuan Membaca  

Indikator kemampuan membaca dalam konteks penulisan ini merujuk pada indikator yang harus dicapai oleh siswa kelas VIII MTs pada Gerakan Siswa Membaca. 

 

Tabel 1

SK, KD, dan Indikator

Gerakan Siswa Membaca

Kelas VIII MTs Negeri Parung

Kabupaten Bogor

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

 

Membaca Buku

 

Menerapkan Teknik Membaca yang Efektif

  • Menjelaskan pentingnya membaca buku  
  • Mengaplikasikan hasil bacaan dalam kegiatan belajar

 


2.3. Teknik Membaca Efektif

Dalam proses membaca dibutukan keterampilan membaca yang baik dan benar yang tentunya harus dimiliki oleh setiap individu dalam melakukan kegiatan membaca. Kegiatan membaca dibutukan suatu keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dalam membaca, terutaman penguasaan bahasa yang berkaitan dengan sumber atau naskah yang dibaca.

Di samping penguasaan bahasa yang harus dikuasai oleh pembaca, bahwa jarak pandang dalam membaca juga harus diperhatikan, karena jarak pandang dalam membaca dapat berpengaruh terhadap efektif tidaknya membaca. Oleh sebab itu, bahwa jarak pandang atau baca 30 cm agar terjadinya keseimbangan dalam membaca.

Mulyono Abdurrahman mengemukakan bahwa “Kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi, membaca bukan mengucapkan bahasa tulisan atau lambang bunyi bahasa saja, melainkan juga menanggapi dan memahami isi bahasa tulisan”.

Dalam proses pemahaman isi bacaan tentunya dibutuhkan konsentrasi dalam membaca. Oleh sebab itu konsentrasi sebagai dasar yang harus ada pada diri pembaca, sehingga dengan konsentrasi terjadinya kefokusan dalam membaca. Dengan fokus dalam membaca, maka dalam pemahaman terhadap isi bacaan akan lebih efektif. Untuk itu bahwa fokus adalah kunci utama untuk membaca yang efektif.

Dengan demikian bahwa membaca yang efektif sangat dipengaruhi oleh kefokusan dalam membaca, di samping dipengaruhi oleh jarak pandang bacaan, tempat membaca, suasana atau suaran disekitar membaca, dan kondisi fisik pembaca, ini semua adalah sangat berpengaruhi terhadap cara membaca yang efektif.

Di samping hal-hal tersebut yang dapat mempengaruhi kegiatan membaca yang efektif, dalam membaca perlu diperhatikan agar membaca menjadi efektif, di antaranya bahwa dalam membaca hindari untuk membaca kata demi kata, sehingga untuk cara yang efektif dalam membaca diusahakan

 


membaca dalam kalimat utuh agar pemahaman terhadap isi kalimat dapat terserap secara utuh.

Selanjutnya agar dalam membaca yang efektif yang harus diperhatikan adalah dengan memahami ide pokok yang ada pada kalimat atau alinea yang dibaca. Dengan memahami ide pokok atau ide utama tersebut akan lebih mudah memahami dan menagkap maksud dari isi bacaan dimaksud.  

Dengan pemahaman terhadap cara atau teknik membaca yang efektif bagi peserta didik, yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam membaca adalah mendorong atau minat dalam membaca serta mempelajari bahasa dengan penuh perhatian, usaha yang sungguh-sungguh dan aktif dalam belajar, maka ia akan memperoleh prestasi yang baik. Sebaliknya apabila siswa itu kurang perhatian, kurang usaha dan kurang aktif dalam belajar, maka penguasaannya keterampilan membaca akan kurang baik juga, untuk itu bahwa dorongan atau minat baca harus ditingkat atau diperkuat agar tumbuh pada diri pembaca.

Adapun teknik membaca lebih efektif dapat dengan teknik berikut:

1. Scanning

Scanning atau membaca sepintas lalu, bertujuan untuk mendapatkan informasi, menjawab pertanyaan atau  menyelesaikan masalah yang spesifik. Misalnya, Anda ingin mengetahui tentang perjuangan wanita dalam revolusi Indonesia di sebuah buku sejarah. Bacalah dahulu daftar isi, abstraksi, kesimpulan akhir, ringkasan, dan tabel-tabel di dalam buku tersebut. Cara ini memungkinkan Anda untuk menemukan bagian yang relevan dengan apa yang Anda cari, dan Anda dapat hanya membaca informasi-informasi yang Anda butuhkan saja.

2. Skimming

Skimming adalah membaca bagian awal sebuah bacaan secara cepat untuk memperoleh gambaran umum atau inti dari buku tersebut. Cari dan surveilah isi buku tersebut dengan membaca cepat bagian awal setiap babnya hingga Anda menemukan bagian yang Anda cari.

3. Membaca kalimat topik

Lakukan ini sebelum Anda membaca lebih dalam. Membaca kalimat-kalimat topik akan berguna ketika Anda mendapatkan bacaan yang padat atau konten yang benar-benar asing/baru bagi Anda. Bacalah kalimat topik atau kalimat inti dari setiap paragrafnya. Dengan ini, Anda akan mendapatkan overview atau gambaran dari bab tersebut

4. Baca secara detil

 


Setelah Anda melakukan 3 hal di atas, bacalah bagian utama atau bagian yang padat dari bacaan tersebut untuk menyaring bukti-bukti pendukung atau mendapatkan isi dari apa yang Anda cari. Bacalah perlahan, berikan perhatian pada hal-hal yang detil. Analisalah isi bacaan Anda dengan menghubungkan ide-ide yang terkait, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, mengidentifikasi prinsip-prinsip kunci dari bacaan tersebut, menerapkan ide atau mentransfer pengetahuan dari bacaan tersebut, serta mengevaluasi argumen sang penulis terhadap bukti-bukti yang dipaparkan.

5. Bacalah untuk meningkatkan kemampuan menulis Anda

Setelah membaca, mungkin Anda tertarik untuk menulis tentang apa yang Anda cari tersebut. Nah, tingkatkanlah kemampuan menulis Anda dengan memperhatikan struktur dan teknik yang digunakan dalam bacaan Anda. Perhatikanlah struktur keseluruhan bacaan tersebut, struktur dan panjang paragraf, konstruksi argumen penulis, penggunaan bukti-bukti untuk penulisan, analisis literaturnya, transisi serta diskursus penulisan (hubungan antara tulisan satu dengan lainnya, serta alur (flow) tulisan tersebut), serta penggunaan bahasa dan gaya tulisan buku tersebut. (Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/05/10271799/5.Panduan.Membaca.Efektif)

 

Dengan pemahaman terhadap cara atau teknik membaca yang efektif, diharakan dalam kegiatan proses membaca dapat lebih efektif, sehingga pemaham terhadap suatu isi bacaan akan efektif dan dapat memahami semua makna yang terkandung dalam isi bacaan sesuai dengan maksud atau tujuan dari informasi yang ada dalam bacaan tersebut.

Dengan demikian bahwa cara membaca yang efektif itu bukan hanya terpaku pada metode atau cara membacanya saja, melainkan juga harus memperhatikan kefokusan dalam membaca, tempat membaca, suara lingkungan sekitar membaca, kondisi fisik, dan minat atau motivasi dalam membaca, sehingga semua unsur tersebut dapat menghasilkan penguasaan isi bacaan yang lebih efektif.

 

2.3. Gerakan Budaya Membaca

Membaca merupakan suatu kegiatan yang dipandang sangat penting, karena membaca merupakan proses pembelajaran. Bagai setiap individu bahwa belajar sebagai suatu proses sangat penting, karena belajar tanpa membaca tidak akan berhasil, dengan demikian bahwa kegiatan membaca

 


tidak terlepas dari kegiatan belajar. Keberhasilan belajar sangat ditunjang dengan kegiatan membaca.

Dengan memalui proses membaca, maka setiap individu yang membacanya akan mengetahui isi dari bacaan yang dibacanya. Akan tetapi bahwa dalam membaca harus memiliki teknik atau cara membaca yang efektif. Namun demikian bahwa kemampuan atau keterampilan membaca yang sudah dimilki tidak akan berarti kalau tidak diamalkan.

Membaca merupakan suatu kegiatan yang mudah untuk dilakukan bagi setiap orang yang sudah memahami tentang teknik atau cara membaca. Akan tetapi walaupun sudah memiliki keterampilan dalam membaca akan terasa sangat sulit untuk mengamalkan atau membiasakan untuk membaca. Dalam kehidupan bermasyarakat kita ketahui bahwa banyak orang yang memiliki kemampuan membaca, namun masih sedikit yang dalam kehidupannya membiasakan untuk membaca. Karena membaca bukan merupakan factor keturuanan, melainkan faktor minat atau keinginan untuk membaca.

Faktor minat atau keinginan membaca merupakan suatu faktor yang mempengaruhi tumbuhnya budaya membaca.  “Minat baca adalah keinginan yang kuat, yang disertai dengan usaha seseorang untuk membaca .Orang yang mempuyai minat baca tinggi akan menjadikan membaca sebagai kebiasaan  kebutuhan. (dirjen Dikdasmen: 1996).

Kebiasaan membaca sangat penting bagi peserta didik, karena membaca sebagai suatu dasar dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Firmanawati (2004) mengemukakan bahwa “Membaca berarti adanya aktifitas mengangkat simbol-simbol berupa serangkaian huruf atau gambar. Membaca juga berarti adanya proses mengaitkan suatu benda dengan lambang atau simbol yg dinyatakan dengan huruf-huruf. Membaca dapat diterapkan secara sambil bermain. Jean Marzollo dan Jeanice Liiyd dalam Leraning Through Play mengatakan “mengajarkan membaca dengan pendekatan bermain adalah metode yang paling efektif”.  

Dengan demikian bahwa untuk menumbuhkan minat baca bagi peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang salah satunya dengen pendekatan

 


bermain atau dengan memberikan suatu upaya untuk meningkatkan tumbuhnya minat baca bagi peserta didik.

Dalam upaya meningkatkan minat baca di lingkungan madrawah, dapat dilakukan oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, maupun petugas perpustakaan. Untuk menumbuhkan minat baca yang dapat dilakukan oleh Kepala sekolah yaitu:

  1. Meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah baik dari segi sarana maupun prasarana, dalam hal ini menambah koleksi buku baik jumlah maupun ragam buku judul buku, serta menciptakan suasana perpustakaan yang mendukung.
  2. Mewajibkan guru untuk memanfaatkan perpustakaan menjadi bagian dari Proses Belajar Mengajar (PBM).
  1. Menetapkan jam wajib kunjung perpustakaan setiap kelas.
  2. Mengikutsertakan sekolah dalam kegiatan/lomba yang berhubungan dengan minat baca.
  3. Berlangganan majalah/surat kabar.

 

Sedang guru dapat memberikan motivasi atau dorongan kepada peserta didik untuk menumbuhkan minat membaca dengan melalui cara:

  1. Mewajibkan siswa membaca buku, baik itu buku ilmu pengetahuan popular maupun sastra.
  2. Mengadakan lomba bercerita berdasarkan buku yang dibaca di perpustakaan.
  3. Mengadakan bimbingan cara membaca buku.
  4. Mewajibkan perpustakaan sebagai bagian dari proses belajar mengajar dengan sesekali mengajaknsiswa belajar di perpustakaan.
  5. Mengajak dan menugaskan siswa membuat majalah dinding kelas dan madding sekolah secara kontinu. 

(Sumber: http://minhermina.blogspot.co.id/2016/04/menumbuhkan budaya-membaca-dikalangan.html)

 

Penerapan kebiasan membaca bagi peserta didik di madrasah sebagai suatu upaya untuk menumbuhkan minat baca bagi peserta didik, sehingga di lingkungan madrasah peserta didik dapat terbiasa untuk membaca. Untuk proses membiasakan peserta didik membaca guru dapat melakukan berbagai macam cara, di antaranya memberikan suatu program untuk membaca buku tertentu dan hasil bacaannya disampaikan kepada guru untuk selanjutnya disimpulkan oleh guru tingkat penguasaan atau pemahaman terhadap isi bacaan dimaksud.

 


Untuk penguasaan isi bacaan bahwa peserta didik tentunya harus memiliki keterampilan membaca yang baik. Keterampilan membaca akan dimiliki oleh peserta didik jika peserta didik sudah terbiasa membaca. Untuk membiasakan peserta didik dapat menerapkan program melalui gerakan membaca bagi peserta didik, dan dengan program gerakan membaca bagi peserta didik diharapkan minat baca peserta didik dapat tumbuh dan akhir dapat terbiasa untuk melakukan kegiatan membaca.

Dengan tumbuhnya minat baca peserta didik yang tinggi, maka dalam kehidupan di masyarakat, terutama di lingkungan madrasah tumbuhnya budaya membaca bagi peserta didik yang gemar melakukan kegiatan membaca, sehingga kemampuan atau keterampilan membaca peserta didik meningkat, yang tentunya wawasan keilmuan bagi peserta didik juga akan meningkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB III

METODE PENELITIAN

 

 

3.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksankan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung, Kabupaten Bogor.

 

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan terhitungn sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Nopember 2016, dengan agenda sebagai berikut: 

A. Persiapan Penelitian

 

1. Identifikasi Masalah

3 – 7 Oktober2016

 

2. Penentuan Permasalahan

3 – 8 Oktober 2016

 

3. Pembuatan Proposal Kegiatan

5 – 9 Oktober 2016

B. Pelaksanaan Penelitian

 

1. Penentuan Rencana Tindakan

10 – 29 Oktober 2016

 

2. Pelaksanaan Rencana Tindakan

31 Oktober – 30 Nopember 2016

 

3. Observasi

5 Oktober – 30 Nopember 2016

 

4. Refleksi

1 – 8 Desember2016

C. Pengolahan Data

9 – 31 Desember 2016

D. Penyusunan Laporan

 

1. Penyusunan draf penelitian

9 – 17 Nopember 2016

 

2. Penyempurnaan Draft

18– 31 Nopember 2016

 

3. Finishing

2 – 21 Januari 2017

 

3.3. Subjek Penelitian

Populasi penelitian dalam Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah seluruh Siswa Kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung yakni sebanyak 339 orang dengan rincian siswa perempuan berjumlah 219

 


orang dan siswa laki-laki berjumlah 120 orang. Karena keterbatasn waktu dan biaya, maka jumlah peserta yang mengikuti Program Gerakan Siswa Membaca sebagai subjek dalam penelitian ini hanya 31 orang.

 

3.4. Variabel Penelitian

Penelitian ini berjudul “Peningkatan Minat Baca Peserta Didik Kelas VIII melalui Program Gerakan Siswa Membaca di Madrasah Tsanawiyah Ngeri Parung”. Sesuai dengan judul di atas, maka yang menjadi variable penelitian ini adalah:

  1. Variabel bebas (X) atau variable yang mempengaruhi dalam penelitian ini terdiri X1 “Kegiatan Program Gerakan Siswa Membaca (GESA)” dan X2 “Pemberian Reward atau hadiah”.
  2. Variabel terikat (Y) atau variable yang dipengaruhi dalam penelitian ini adalah “Peningkatan Minat Baca Peserta Didik”.

Hubungan antara kedua variable tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1 Hubungan antar variable X dan Y

Oval: Variabel X1

 

 
 

 

 

 

Oval: Variabel Y

 

 

Oval: Variabel X2

 

 
 

 

 

 

 

 

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, angket, catatan data lapangan, wawancara, hasil tes, dan catatan hasil refleksi/diskusi yang dilakukan oleh peneliti. Penentuan teknik tersebut didasarkan ketersediaan sarana dan prasarana serta kemampun yang dimiliki peneliti.

 


Uraian lebih lanjut mengenai teknik pengumpulan data penelitian sebagai berikut:

  1. Penilaian Pre Tes dan Post Tes

Yang dimaksud pre tes dan post tes dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah penilaian yang dilakukan kepada Peserta Didik dengan menggunakan serangkaian pertanyaan. Adapun tes yang digunakan adalah dalam bentuk pertanyaan yang meminta responden untuk menjawab singkat dengan pendapat, perasaan, dan penguasaan bahan bacaan yang telah dibacanya.

  1. Observasi dan catatan data lapangan
  2. Catatan hasil refleksi

Adapun yang dimaksud catatan hasil refleksi adalah catatan yang diperoleh dari hasil refleksi yang dilakukan dengan melalui kegiatan tanya jawab antara peneliti dengan mitra peneliti. Hasil refleksi ini selain dijadikan bahan dalam penyusunan rencana tindakan selanjutnya juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengetahui telah tercapai tidaknya tujuan kegiatan penelitian.

Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang disebutkan di atas, instrument penelitian yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah soal pre tes dan post tes, pedoman observasi.

 

3.6. Teknik Pembahasan

Analisi atau pembahasan data dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan sejak awal, dengan cara menganalisis data tahap demi tahap. Hal ini sesuai dengan pendapat Miles dan Huberman dalam Rozhiati Wiraatmaja (2005: 139) bahwa “… the ideal model for data collection and anlysis is one that interweaves them form the beginning”. Ini berarti model idel dari proses pengumpulan data dan analisis yang dilakukan.

Kegiatan analisis data dilakukan dengan menggunakan catatan refleksi, berdasakan pada pemikiran yang timbul pada saat mengamati dan merupakan

 


hasil proses perbandingan, mengkaitkan atau menghubungkan data yang ditampilkan dengan data sebelumnya atau dengan teori-teori yang relevan.

3.7. Rancangan Tindakan

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, rancangan tindakan yang akan dilakukan adalah Program Gerakan Siswa Membaca yang diikuti oleh seluruh siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung. Secara rinci tindakan yang akan dilakukan sebagai berikut:

  1. Mengadakan kegiatan Program Gerakan Siswa Membaca yang diikuti oleh seluruh siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung. Kegiatan ini bertujuan:
  1. Meningkatkan pemahaman siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung dalam mengembangkan kemampuan membaca;
  2. Meningkatkan keterampilan siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung dalam menggalakan budaya membaca.
  1. Membimbing siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung dalam kegiatan Program Gerakan Siswa Membaca.
  2. Mengamati siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung dalam kegiatan membaca melalui Program Gerakan Siswa Membaca.
  3. Mengadakan refleksi (diskusi antara peneliti dengan responden) tentang kelebihan dan kekurangan kegiatan membaca dengan melalui Program Gerakan Siswa Membaca.

 

 

 

 

 

             

             

 

 


BAB IV

HASIL PENELITIAN

 

 

4.1. Data Pentingnya Program Gerakan Siswa Membaca

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian tindakan sekolah yang berjudul “Peningkatan Minat Baca Peserta Didik Kelas VIII Melalui Program Gerakan Siswa Memabca di Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung”, dapat penulis jelaskan sebagai berikut:

Tabel 1: Pentingnya Program Gerakan Siswa Membaca

No.

Alternatif Jawaban

%

1

Sangat Setuju

64,52

2

Setuju

29,03

3

Cukup Setuju

6,45

4

Tidak Setuju

-

 

Dari tabel di atas menyatakan bahwa 64,52% Peserta Didik menyadari bahwa sebagai seorang Peserta Didik sangat penting Gerakan Siswa Membaca dan 29,03% menyatakan penting Gerakan Siswa Membaca, serta 6,45% menyatakan cukup penting Program Gerakan Siswa Membaca. Hal tersebut berarti secara keseluruhan Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung menyatakan penting Program Gerakan Siswa Membaca. 

 Hal ini sangatlah beralasan karena dengan melalui Gerakan Siswa Membaca yang baik sangat membantu kelancaran dalam proses pembelajaran. Selain itu dengan Gerakan Siswa Membaca akan memberi kesempatan bagi Peserta Didik untuk merancang jadwal membaca sesuai dengan kebutuhan peserta didik, kemampuan peserta didik dan fasilitas yang dimilki sekolah. Demikian pula dengan adanya Proram Gerakan Siswa Membaca proses membaca peserta didik akan berkesinambungan yang dilakukan akan lebih terarah, karena tujuan membaca sangat erat dengan pembelajaran.

 


 

Tabel 2: Kurangnya Minat Baca Peserta Didik  

No.

Alternatif Jawaban

%

1

Sangat Setuju

-

2

Setuju

58,06

3

Cukup Setuju

-

4

Tidak Setuju

41,94

 

Dari table tersebut di atas dapat diartikan bahwa 41,94% menyatakan tidak setuju kalau pengalaman membaca peserta didik dikatakan kurang,  dengan kata lain 41,94% tersebut peserta didik merasa sudah berpengalaman dalam membaca sedangkan sisanya 58,06% peserta didik menyatakan setuju kurangnya minat baca peserta didik dengan kata lain bahwa merasa dirinya belum berpengalaman dalam membaca. Hal ini  dikarenakan mungkin mereka belum memiliki buku bacaan atau keterbatasan buku yang dimilik. 

 

Tabel 3: Perlunya Program Gerakan Siswa Membaca

No.

Alternatif Jawaban

%

1

Sangat Setuju

51,61

2

Setuju

22,58

3

Cukup Setuju

9,68

4

Tidak Setuju

16,13

 

Tabel di atas mengindikasikan bahwa hanya 16,13% saja peseta didik merasa tidak perlu Program Gerakan Siswa Membaca, hal ini terjadi mungkin karena mereka sudah cukup berpengalaman dan terbiasa dalam membaca sehingga tanpa Program Gerakan Siswa Membaca mereka merasa sudah terbiasa membaca. 9,68% menjawab cukup setuju/ragu-ragu mungkin mereka belum mengetahui dengan jelas tentang Program Gerakan Siswa Memabca yang akan dilaksanakan, sehingga mereka merasa tidak yakin.  Sedangkan sisanya 22,58% menyatakan setuju dan 51,61% menyatakan sangat setuju

 


dengan demikian bahwa sebagian besar peserta didik menyatakan perlu diadakan Program Gerakan Siswa Membaca (GESA), Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa sebagian peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung mengharapkan adanya Program Gerakan Siswa Membaca. Hal ini mungkin dikarenakan sebagian besar Peserta Didik menyadari bahwa dirinya belum terbiasa membaca buku dan merasa pengalaman membaca buku masih kurang sesuai dengan latar belakang ketersediaan buku bacaan yang dimiliki.

 

Tabel 4 : Motivasi Peserta Didik dalam Mengikuti Program Gerakan Siswa Membaca

No.

Alternatif Jawaban

%

1

Sangat Setuju

100

2

Setuju

-

3

Cukup Setuju

-

4

Tidak Setuju

-

 

Dari table tersebut diatas 100% Peserta Didik memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti Program Gerakan Siswa Memabca dan memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan rutin membaca sehubungan sebagai penunjang proses pembelajaran. Hal ini berarti seluruh Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Parung menyadari pentingnya membaca. Dengan demikian Program Gerakan Siswa Membaca memang perlu dilakukan dan mendapat dukungan yang kuat dari peserta didik. Dengan demikian diharapkan setelah Program Gerakan Siswa Membaca dilakukan kemampuan peserta didik dalam membaca akan meningkat.

 

 

 

 

 


 

4.2. Hasil yang diperoleh pada Siklus 1 

Tabel 5:  Hasil Program Siswa Membaca Tahap 1

 No.

Nama Siswa

Buku 1

Buku 2

Buku 3

Buku 4

Buku 5

Buku 6

Buku 7

Buku 8

Jumlah

%

1

Amel Puspasari

 

 

 

 

 

 

2

25.00

2

Dhiya Nasywa Haura

 

 

 

 

 

 

2

25.00

3

Hilwa Jovanka Guitarnina

 

 

 

 

 

 

2

25.00

4

Muhammad Amirul

 

 

 

 

 

 

2

25.00

5

Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id